PENGUATAN LITERASI ANEMIA DAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI MELALUI EDUKASI INTERAKTIF DAN SKRINING HEMOGLOBIN BERBASIS SEKOLAH

Diah Ayu Dwi Satiti, Isna Yuswella Babys, Ni Putu I.D.P. Murti, Deviserlina Babys, Fitria Atapukang

Sari


Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang berkaitan dengan peningkatan kebutuhan zat besi selama pertumbuhan, kehilangan darah saat menstruasi, pola makan kurang beragam, dan rendahnya kepatuhan mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Apabila tidak ditangani sejak remaja, anemia dapat menurunkan konsentrasi belajar, kapasitas fisik, serta meningkatkan risiko masalah kesehatan pada masa prakonsepsi dan kehamilan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi anemia, keterampilan mengenali faktor risiko, dan kepatuhan konsumsi TTD melalui edukasi interaktif, skrining hemoglobin (Hb), konseling kebidanan, serta pembentukan kader sebaya di lingkungan sekolah. Kegiatan dirancang menggunakan pendekatan partisipatif dengan desain one-group pre-test and post-test pada 60 remaja putri kelas X–XI di SMA Katolik Giovanni Kupang (Jalan Ahmad Yani, Kota Kupang) selama Juli–Agustus 2026. Tahapan kegiatan meliputi koordinasi dengan sekolah dan Puskesmas Oebobo, pengukuran Hb dan antropometri, edukasi berbasis diskusi dan media visual, konseling individual bagi peserta berisiko, serta pemantauan konsumsi TTD selama empat minggu. Hasil analisis menunjukkan terjadi peningkatan rerata skor pengetahuan dari 58,25 ± 10,12 menjadi 84,60 ± 8,45 (p < 0,001). Proporsi peserta yang patuh mengonsumsi TTD sesuai jadwal mingguan meningkat secara bermakna dari 41,67% pada minggu pertama menjadi 80,00% pada minggu keempat. Skrining awal menemukan 15 peserta (25,00%) mengalami anemia (Hb < 12,0L) dan telah mendapatkan konseling serta rujukan penanganan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi edukasi, skrining, konseling, dan dukungan teman sebaya dapat menjadi model promotif-preventif yang efektif dalam pelayanan kebidanan komunitas. Keberlanjutan program memerlukan keterlibatan bidan, guru, puskesmas, orang tua, dan kader sebaya.

 

Kata Kunci: anemia; remaja putri; kebidanan komunitas; tablet tambah darah; skrining hemoglobin; kader sebaya; SMA Katolik Giovanni Kupang.

 

ABSTRACT

Anaemia among adolescent girls is a public health concern associated with increased iron requirements during growth, menstrual blood loss, inadequate dietary diversity, and low adherence to weekly iron folic acid supplementation. If it is not addressed during adolescence, anaemia may reduce learning concentration and physical capacity and may increase health risks during the preconception and pregnancy periods. This community service programme aimed to improve anaemia literacy, risk recognition skills, and adherence to iron–folic acid supplementation through interactive education, haemoglobin screening, midwifery counselling, and the development of peer health cadres in a school setting. A participatory approach with a one-group pre-test and post-test design was conducted among 60 tenth- and eleventh-grade female students at SMA Katolik Giovanni Kupang (Ahmad Yani Street, Kupang City) during July–August 2026. The activities included coordination with the school and Oebobo Public Health Centre, haemoglobin and anthropometric screening, interactive education using visual media, individual counselling for at-risk participants, and four-week monitoring of supplementation. Results showed a significant increase in the mean knowledge score from 58.25 pm 10.12 to 84.60 pm 8.45 (p < 0.001). The proportion of participants adhering to weekly supplementation increased from 41.67% in week 1 to 80.00% in week 4. Initial screening identified 15 participants (25.00%) with anaemia (Hb < 12.0 L), all of whom received individual counselling and referral. Integrating education, screening, counselling, and peer support provides a relevant promotive and preventive model for community midwifery services. Programme sustainability requires collaboration among midwives, teachers, community health centres, parents, and peer cadres.

 

Keywords: anaemia; adolescent girls; community midwifery; iron–folic acid supplementation; haemoglobin screening; peer cadres; SMA Katolik Giovanni Kupang.

Kata Kunci


anemia; remaja putri; kebidanan komunitas; tablet tambah darah; skrining hemoglobin; kader sebaya; SMA Katolik Giovanni Kupang

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Hidayanty, H., Nurzakiah, N., Irmayanti, I., Yuliana, Y., Helmizar, H., & Yahya, Y. (2025). Perceived barriers and enablers for taking iron–folic acid supplementation regularly among adolescent girls in Indonesia: A pilot study. International Journal of Environmental Research and Public Health, 22(2), 209. https://doi.org/10.3390/ijerph22020209

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri dan wanita usia subur. Jakarta: Kemenkes RI. https://ayosehat.kemkes.go.id/buku-pedoman-pencegahan-dan-penanggulangan-anemia-pada-remaja-putri-dan-wanita-usia-subur

Priskila, L., Sira, A. G., Dinata, F. R., & Wicaksono, H. (2026). Improving adolescent anemia literacy through education and school screening. MEDIC, 9(1), e46698. https://online-journal.unja.ac.id/medic/article/download/46698/24996

World Health Organization. (2021). Global nutrition targets 2030: Anaemia brief. Geneva: WHO. https://iris.who.int/bitstreams/77f58369-9a3f-4979-8462-f538444c7761/download

World Health Organization. (2024). Guideline on haemoglobin cutoffs to define anaemia in individuals and populations. Geneva: WHO. https://www.who.int/publications/i/item/9789240088542

World Health Organization. (2025). Anaemia: Fact sheet. Geneva: WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/anaemia


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.