EDUKASI PENCEGAHAN ANEMIA DAN PENINGKATAN KESADARAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI DI SMA KATOLIK ST. CAROLUS PENFUI KUPANG: PENDEKATAN PRETEST–POST TEST

Diah Ayu Dwi Satiti, Isna Yuswella Babys, Ni Putu I.D.P. Murti, Deviserlina Babys, Fitria Atapukang

Sari


Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan masyarakat yang perlu ditangani sejak masa sebelum kehamilan. Rendahnya pengetahuan mengenai anemia, manfaat tablet tambah darah (TTD), aturan konsumsi, dan efek samping dapat memengaruhi kepatuhan remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri mengenai pencegahan anemia serta konsumsi TTD mingguan. Kegiatan menggunakan desain satu kelompok pretest–posttest. Sasaran kegiatan adalah 70 remaja putri kelas 3 di SMA Katolik St. Carolus Penfui Kupang. Intervensi dilaksanakan melalui penyuluhan interaktif, diskusi, pemutaran media edukasi, demonstrasi pemilihan pangan sumber zat besi dan vitamin C, serta pembagian leaflet. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah edukasi, sedangkan kesan dan rencana perilaku peserta dievaluasi melalui lembar umpan balik. Analisis kuantitatif dilakukan secara deskriptif dan uji parametrik paired t-test setelah data terbukti berdistribusi normal. Hasil kegiatan menunjukkan rerata skor pengetahuan peserta meningkat secara signifikan dari 54,14 pm 9,62 (skor pretest) menjadi 84,43 pm 7,85 (skor posttest), dengan selisih peningkatan rerata sebesar 30,29 poin (p < 0,001). Peserta juga menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai manfaat TTD, waktu konsumsi, makanan pendamping, dan tindakan ketika mengalami efek samping. Edukasi yang komunikatif dan melibatkan tenaga kesehatan, guru, serta peer support berpotensi memperkuat pencegahan anemia pada remaja putri. Kegiatan lanjutan diperlukan untuk memantau konsumsi TTD secara berkala.

 

Kata kunci: anemia; remaja putri; tablet tambah darah; edukasi kesehatan; pengabdian masyarakat

 

ABSTRACT

Anaemia among adolescent girls is a critical public health issue that should be addressed prior to pregnancy. Limited knowledge about anaemia, the benefits of iron-folic acid (IFA) tablets, administration guidelines, and potential side effects significantly affect adherence. This community service activity aimed to improve adolescent girls’ knowledge and awareness regarding anaemia prevention and weekly IFA tablet consumption. A one-group pretest–posttest design was utilized. The participants consisted of 70 adolescent girls in the 3rd grade at SMA Katolik St. Carolus Penfui Kupang. The intervention comprised interactive health education, discussions, educational video screenings, demonstrations of iron- and vitamin C-rich food selection, and leaflet distribution. Knowledge was measured using a validated questionnaire before and after the intervention, while participants’ perceptions and behavioral intentions were evaluated via feedback forms. Quantitative data were analyzed descriptively and inferentially using a paired t-test after meeting normality assumptions. Knowledge scores increased significantly from a pretest mean of 54.14 pm 9.62 to a posttest mean of 84.43 pm 7.85, with a mean difference of 30.29 points (p < 0.001). Participants demonstrated improved understanding of IFA benefits, intake timing, complementary foods, and managing side effects. Communicative education involving health workers, teachers, and peer support can strengthen anaemia prevention among adolescent girls. Longitudinal follow-up activities are recommended to monitor regular tablet consumption.

 

Keywords: anaemia; adolescent girls; iron-folic acid tablets; health education; community service

Kata Kunci


anemia; remaja putri; tablet tambah darah; edukasi kesehatan; pengabdian masyarakat

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


World Health Organization. (2025). Anaemia in women and children: WHO global anaemia estimates (2025 edition). World Health Organization. https://www.who.int/data/gho/data/themes/topics/anaemia_in_women_and_children

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman penatalaksanaan pemberian tablet tambah darah (TTD) bagi remaja putri pada masa pandemi COVID-19. Kementerian Kesehatan RI. https://ayosehat.kemkes.go.id/buku-pedoman-penatalaksanaan-pemberian-tablet-tambah-darah

Tando, Y. D., Titaley, C. R., Tahitu, R., Asmin, E., & Sara, L. (2024). Anemia and adherence to weekly iron-folic acid supplementation among adolescent girls in a stunting locus of Ambon City, Indonesia. Journal of Health Research, 38(6), 512–521. https://doi.org/10.56808/2586-940X.1103

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2026). Anemia pada remaja putri: Tantangan pencegahan melalui konsumsi tablet tambah darah (Laporan Teknis Survei Kesehatan Indonesia). BKPK Kemenkes RI. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/anemia-pada-remaja-putri-tantangan-pencegahan-melalui-konsumsi-tablet-tambah-darah/

Silitonga, H. T. H., Salim, L. A., Nurmala, I., & Wartiningsih, M. (2023). Compliance of iron supplementation and determinants among adolescent girls: A systematic review. Iranian Journal of Public Health, 52(1), 37–48. https://doi.org/10.18502/ijph.v52i1.11664

Laurence, M. C., Titaley, C. R., Tahitu, R., Asmin, E., & Sara, L. (2025). The effect of WhatsApp-based reminders on enhancing knowledge and adherence to weekly iron-folic acid supplementation among adolescent girls in Maluku, Indonesia. Frontiers in Digital Health, 7, Article 1542006. https://doi.org/10.3389/fdgth.2025.1542006

Utami, A., Margawati, A., Pramono, D., Julianti, H. P., Adespin, D. A., & Wulandari, D. R. (2022). The effectiveness of iron-folic acid supplementation and education intervention to hemoglobin level, knowledge, and compliance among adolescent girls in Islamic boarding school. Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, 10 (E), 1141–1146. https://doi.org/10.3889/oamjms.2022.9688


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.