MANAJEMEN LOGISTIK OBAT DI RUMAH SAKIT FATIMA PAREPARE

Nur Qalbi Talib, Sri Rahayu Suparman

Abstract


Manajemen logistik obat merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung keberlangsungan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Ketersediaan obat dalam jumlah, jenis, mutu, waktu, dan tempat yang tepat sangat diperlukan untuk menjamin pelayanan kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan manajemen logistik obat di Rumah Sakit Fatima Parepare mulai dari tahap perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pencatatan dan pengendalian hingga penghapusan obat yang tidak dapat digunakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara terhadap petugas yang terlibat dalam pengelolaan logistik obat. Hasil wawancara menunjukkan bahwa perencanaan kebutuhan obat dilakukan berdasarkan permintaan atau ampra dari apotek serta dengan memperhatikan kondisi stok. Pengadaan dilakukan ketika persediaan mulai menipis melalui surat pesanan kepada distributor dan harus mendapat tanda tangan apoteker. Rumah sakit bekerja sama dengan lebih dari 20 distributor untuk memenuhi kebutuhan obat. Pada tahap penerimaan, barang yang datang bersama faktur diperiksa berdasarkan jenis, jumlah, item, kondisi barang, dan tanggal kedaluwarsa. Penyimpanan obat dilakukan dengan memperhatikan prinsip FIFO dan FEFO. Pencatatan persediaan dilakukan secara manual dan didukung sistem elektronik untuk memantau stok dan transaksi. Sistem pengadaan juga menggunakan mekanisme kredit dengan jangka waktu pembayaran sekitar satu bulan. Pada tahap penghapusan, obat yang kedaluwarsa, rusak, atau tidak memenuhi persyaratan mutu diidentifikasi, dipisahkan, didata, diproses sesuai prosedur, dimusnahkan, dan didokumentasikan. Secara umum, manajemen logistik obat telah berjalan secara sistematis, namun penguatan dokumentasi, sinkronisasi pencatatan, dan evaluasi pengelolaan masih diperlukan.

 

Kata Kunci: manajemen logistik, obat, rumah sakit, perencanaan, pengadaan, pengendalian.

 

ABSTRACT

Drug logistics management is one of the essential components in supporting the continuity of health services in hospitals. The availability of drugs in the right amount, type, quality, time, and place is crucial to guarantee patient care. This study aims to describe the implementation of drug logistics management at Fatima Hospital Parepare, starting from the stages of planning, procurement, receiving, storage, distribution, recording and control, to the disposal of unusable drugs. This study used a descriptive qualitative approach with interview techniques involving personnel engaged in drug logistics management. The interview results show that drug requirement planning is carried out based on requests or requisitions from the pharmacy as well as by considering stock conditions. Procurement is conducted when supplies run low through purchase orders sent to distributors, which must be signed by a pharmacist. The hospital collaborates with more than 20 distributors to fulfill its drug needs. At the receiving stage, incoming goods along with their invoices are inspected based on type, quantity, items, condition of the goods, and expiration date. Drug storage is carried out by adhering to the FIFO and FEFO principles. Inventory recording is performed manually and supported by an electronic system to monitor stock and transactions. The procurement system also utilizes a credit mechanism with a payment term of approximately one month. At the disposal stage, expired, damaged, or non-quality-compliant drugs are identified, separated, recorded, processed according to procedures, destroyed, and documented. In general, drug logistics management has been running systematically; however, the strengthening of documentation, synchronization of records, and management evaluation are still required.

 

Keywords: logistics management, drugs, hospital, planning, procurement, control

Keywords


manajemen logistik, obat, rumah sakit, perencanaan, pengadaan, pengendalian.

References


Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Trianasari, N., Andriani, R., & Sukajie, B. (2024). Manajemen logistik obat di instalasi farmasi RSKB Halmahera Siaga Kota Bandung. Jurnal Ekonomi & Manajemen Universitas Bina Sarana Informatika, 22(2).

Syarif, S. H., Putri, A. D., Rahmayanti, T., Pertiwi, R., Azzahra, K. A., Sabrina, R. S. N., Novianti, P. A., & Iswanto, A. H. (2023). Literature review: Pengelolaan manajemen logistik dalam pengadaan obat di rumah sakit di Jabodetabek. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia, 3(2), 212–223.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.