HUBUNGAN STATUS GIZI IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BADUTA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA PALOPO
Abstract
Stunting pada anak usia di bawah dua tahun (baduta) merupakan masalah kesehatan masyarakat global dan nasional yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Salah satu faktor determinan utama terjadinya stunting adalah status gizi ibu selama masa kehamilan, termasuk kekurangan energi kronis (KEK) dan anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi ibu hamil dengan kejadian stunting pada baduta di wilayah kerja Puskesmas Kota Palopo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian seluruh ibu yang memiliki baduta berusia 12-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kota Palopo sebanyak 240 orang, dengan teknik purposive sampling diperoleh sampel sebanyak 148 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, lembar observasi, dan pengukuran antropometri (LiLA ibu hamil serta tinggi/panjang badan baduta berdasarkan usia). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara status gizi ibu hamil (KEK) dengan kejadian stunting pada baduta (), serta riwayat anemia kehamilan dengan kejadian stunting (). Ibu hamil dengan status gizi KEK memiliki risiko lebih tinggi melahirkan anak yang mengalami stunting pada masa baduta. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa perbaikan status gizi ibu sejak masa prakonsepsi dan kehamilan merupakan intervensi krusial dalam pencegahan stunting primer. Oleh karena itu, penguatan pelayanan antenatal care (ANC) dan pemenuhan nutrisi ibu hamil di puskesmas perlu terus dioptimalkan.
Kata Kunci: Status Gizi Ibu Hamil, Kekurangan Energi Kronis, Anemia, Stunting, Baduta
ABSTRACT
Stunting in children under two years old (baduta) is a major global and national public health issue with long-term impacts on human resource quality. One of the primary determinants of stunting is maternal nutritional status during pregnancy, including chronic energy deficiency (CED) and anemia. This study aimed to determine the relationship between maternal nutritional status during pregnancy and the incidence of stunting among baduta in the working area of Palopo City Health Center. A quantitative approach with a cross-sectional design was employed. The population comprised all mothers with baduta aged 12-24 months in the working area of Palopo City Health Center totaling 240 individuals, with a sample of 148 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires, observation sheets, and anthropometric measurements (maternal MUAC and baduta length-for-age). Data were analyzed univariately and bivariately using the Chi-Square test at a 95% confidence level (). Bivariate analysis results showed a significant relationship between maternal nutritional status (CED) and stunting incidence in baduta (), as well as a history of maternal anemia and stunting (). Pregnant women with CED status are at a higher risk of giving birth to children who experience stunting during their baduta years. This study concludes that improving maternal nutritional status from preconception and pregnancy is a crucial intervention in primary stunting prevention. Therefore, strengthening antenatal care (ANC) services and fulfilling nutritional needs for pregnant women at health centers must be continuously optimized.
Keywords: Maternal Nutritional Status, Chronic Energy Deficiency, Anemia, Stunting, Baduta
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Black, R. E., Victora, C. G., Walker, S. P., Bhutta, Z. A., Christian, P., de Onis, M., Ezzati, M., Grantham-McGregor, S., Katz, J., Martorell, R., & Uauy, R. (2021). Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries. The Lancet, 382(9890), 427-441.
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. (2024). Laporan tahunan status gizi dan kesehatan ibu dan anak provinsi sulawesi selatan tahun 2023. Makassar: Dinkes Prov. Sulsel.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman pelaksanaan program pencegahan dan penatalaksanaan kurang energi kronis (KEK) pada ibu hamil. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 dalam angka: Prevalensi stunting nasional dan regional. Jakarta: Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kemenkes RI.
Rahmawati, A., Suryani, L., & Pratama, R. (2024). Hubungan status gizi ibu hamil dan riwayat BBLR dengan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan. Jurnal Kesmas & Gizi, 6(2), 112-120.
Sartika, D., Mahmudah, S., & Lestari, P. (2023). Analisis determinan kejadian stunting pada baduta di wilayah perkotaan: Peran gizi ibu hamil dan sanitasi lingkungan. Jurnal Kebidanan Dan Kesehatan Tradisional, 8(1), 45-56.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Titaley, C. R., Ariawan, I., Hapsari, D., Muasyaroh, A., & Dibley, M. J. (2022). Determinants of the stunting reduction in Indonesia: A multi-level analysis of nutritional status among children under two years. Nutrients, 14(12), 2450-2462.
UNICEF, World Health Organization, & World Bank. (2023). Levels and trends in child malnutrition: UNICEF/WHO/World Bank Group joint child malnutrition estimates. Geneva: WHO.
World Health Organization. (2022). Reducing stunting in children: Equity considerations for achieving the global nutrition targets. Geneva: WHO.
Refbacks
- There are currently no refbacks.







