HUBUNGAN KEPATUHAN ANTENATAL CARE DENGAN KEJADIAN KOMPLIKASI KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA PALOPO
Abstract
Komplikasi kehamilan merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu di Indonesia. Kepatuhan ibu hamil dalam menjalani antenatal care (ANC) terpadu berperan penting dalam deteksi dini dan pencegahan komplikasi kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan antenatal care dengan kejadian komplikasi kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Kota Palopo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian seluruh ibu hamil trimester III yang melakukan pemeriksaan kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Kota Palopo sebanyak 235 orang, dengan teknik purposive sampling diperoleh sampel sebanyak 148 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kepatuhan ANC, lembar observasi, dan rekam medis untuk identifikasi komplikasi kehamilan (preeklampsia, anemia, ketuban pecah dini, dan perdarahan antepartum). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kepatuhan antenatal care dengan kejadian komplikasi kehamilan (p = 0,000; p < 0,05) dengan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 7,84. Ibu hamil dengan kepatuhan ANC rendah memiliki risiko 7,84 kali lebih besar mengalami komplikasi kehamilan dibandingkan ibu dengan kepatuhan ANC tinggi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kepatuhan ANC merupakan faktor protektif utama terhadap komplikasi kehamilan. Oleh karena itu, penguatan edukasi, konseling, dan pemantauan kepatuhan kunjungan ANC di puskesmas perlu terus dioptimalkan.
Kata Kunci: Kepatuhan Antenatal Care, Komplikasi Kehamilan, Preeklampsia, Anemia, Ibu Hamil
ABSTRACT
Pregnancy complications are a leading cause of maternal morbidity and mortality in Indonesia. Maternal compliance with integrated antenatal care (ANC) plays an essential role in early detection and prevention of pregnancy complications. This study aimed to determine the relationship between antenatal care compliance and the incidence of pregnancy complications in the working area of Palopo City Health Center. A quantitative approach with a cross-sectional design was employed. The population comprised all third-trimester pregnant women undergoing pregnancy check-ups in the working area of Palopo City Health Center totaling 235 individuals, with a sample of 148 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using an ANC compliance questionnaire, observation sheets, and medical records to identify pregnancy complications (preeclampsia, anemia, premature rupture of membranes, and antepartum hemorrhage). Data were analyzed univariately and bivariately using the Chi-Square test at a 95% confidence level (α = 0.05). Bivariate analysis results showed a significant relationship between antenatal care compliance and the incidence of pregnancy complications (p = 0.000; p < 0.05) with an Odds Ratio (OR) of 7.84. Pregnant women with low ANC compliance had a 7.84 times higher risk of experiencing pregnancy complications compared to those with high ANC compliance. This study concludes that ANC compliance is a primary protective factor against pregnancy complications. Therefore, strengthening education, counseling, and monitoring of ANC visit compliance at health centers must be continuously optimized.
Keywords: Antenatal Care Compliance, Pregnancy Complications, Preeclampsia, Anemia, Pregnant Women
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Anindya, K., Lee, J. T., McPake, B., Wilopo, S. A., Millett, C., & Carvalho, N. (2020). Impact of Indonesia's national health insurance scheme on inequality in access to maternal health services: A propensity score matched analysis. Journal of Global Health, 10(1).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 dalam angka: Prevalensi komplikasi kehamilan dan kesehatan ibu. Jakarta: Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Laporan Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) tahun 2023. Jakarta: Direktorat Kesehatan Keluarga Kemenkes RI.
Nuraeni, N., & Hendrati, L. Y. (2023). Correlation analysis of LWB neonatal mortality: Iron-folic acid tablet during pregnancy and four antenatal care coverage in East Java (Period 2019-2021). Media Gizi Kesmas, 12(2), 898-905.
Rahmawati, A., Suryani, L., & Pratama, R. (2024). Hubungan status gizi ibu hamil dan riwayat BBLR dengan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan. Jurnal Kesmas & Gizi, 6(2), 112-120.
Sartika, D., Mahmudah, S., & Lestari, P. (2023). Analisis determinan kejadian stunting pada baduta di wilayah perkotaan: Peran gizi ibu hamil dan sanitasi lingkungan. Jurnal Kebidanan Dan Kesehatan Tradisional, 8(1), 45-56.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Titaley, C. R., Ariawan, I., Hapsari, D., Muasyaroh, A., & Dibley, M. J. (2022). Determinants of the stunting reduction in Indonesia: A multi-level analysis of nutritional status among children under two years. Nutrients, 14(12), 2450-2462.
UNICEF, World Health Organization, & World Bank. (2023). Levels and trends in child malnutrition: UNICEF/WHO/World Bank Group joint child malnutrition estimates. Geneva: WHO.
World Health Organization. (2022). Reducing stunting in children: Equity considerations for achieving the global nutrition targets. Geneva: WHO.
World Health Organization. (2023). WHO recommendations on antenatal care for a positive pregnancy experience. Geneva: WHO.
Refbacks
- There are currently no refbacks.







